CGTN: Kiprah yang Luar Biasa: Tiongkok Terus Bergerak Maju dengan Penuh Percaya Diri

- Jurnalis

Minggu, 4 Januari 2026 - 14:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BEIJING, 4 Januari 2026 /PRNewswire/ — Pembangunan yang berorientasi pada inovasi menghadirkan jati diri Tiongkok yang dinamis dan penuh semangat. Menurut Organisasi Kekayaan Intelektual Dunia (WIPO), Tiongkok untuk pertama kalinya tercantum dalam peringkat 10 besar inovasi global pada 2025—tahun yang juga menandai berakhirnya Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita) Tiongkok Ke-14 (2021–2025).

Modernisasi yang telah tercapai melalui Repelita Ke-14 mendasari langkah selanjutnya pada tahun yang baru ketika Tiongkok menyusun Repelita berikutnya. Pada Oktober lalu, Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok (CPC) mengesahkan usulan untuk merumuskan Repelita Ke-15 dalam sebuah rapat pleno yang menentukan jalur pembangunan negara pada periode 2026-2030.

Di tengah momen yang menentukan bagi Tiongkok dan dunia, ditopang filosofi tata kelola pemerintahan Presiden Xi Jinping, Tiongkok tidak hanya menetapkan arah yang jelas dalam pembangunan nasional, namun juga menjadi pembelajaran penting bagi dunia yang tengah mencari stabilitas dan arah.

Siap Menyongsong Repelita Ke-15

Xi menilai Repelita Ke-15 sebagai tahap krusial untuk memperkuat fondasi sosial dan ekonomi negara, serta mendorong kemajuan di semua bidang menuju target modernisasi 2035.

Ciri utama dari proses ini terletak pada tata kelola pemerintahan yang inklusif dan konsultatif. Pada Januari tahun lalu, pimpinan CPC membentuk tim perumus cetak biru strategi nasional yang akan diajukan dalam Rapat Pleno Keempat Komite Sentral CPC Ke-20. Xi memimpin langsung tim perumus tersebut. Tim ini menggelar rapat pleno pertama pada Februari 2025 untuk memulai proses perumusan.

Melalui sejumlah rapat Biro Politik Komite Sentral CPC, simposium dengan pelaku usaha swasta, sesi musyawarah pembangunan regional, hingga dialog dengan tokoh di luar CPC, Tiongkok menerapkan pendekatan kebijakan terbuka—mengundang masukan luas dan menghimpun kebijaksanaan kolektif.

Pada saat yang sama, opini publik terkumpul melalui konsultasi daring selama satu bulan. Ringkasan hasil musyawarah dan dialog ini bahkan ditinjau langsung oleh Xi, serta disampaikan kepada pimpinan partai, memastikan suara masyarakat selalu dipertimbangkan pada level tertinggi.

Menjelang rapat pleno pada Oktober lalu, Xi meninjau langsung sejumlah perusahaan dan masyarakat dalam rangkaian kunjungan kerja di dalam negeri, berfokus pada prioritas pembangunan lima tahun ke depan. Ia juga memimpin serangkaian pertemuan pimpinan untuk meninjau rancangan Repelita, mencerminkan filosofi tata kelola pemerintahan yang mengedepankan visi strategis sekaligus berpijak pada realitas praktis.

Di Rapat Pleno Keempat Komite Sentral CPC Ke-20, dokumen penting yang secara resmi berjudul Usulan Komite Sentral CPC tentang Perumusan Repelita Tiongkok Ke-15 lalu disahkan, setelah melalui proses selama lebih dari delapan bulan.

Usulan tersebut menetapkan jadwal dan agenda untuk melanjutkan dua keajaiban Tiongkok: pertumbuhan ekonomi yang pesat dan stabilitas sosial jangka panjang.

Menegaskan tahun 2026 sebagai awal Repelita Ke-15, dalam pesan Tahun Barunya, Xi mendorong upaya untuk meningkatkan kepercayaan diri bangsa, mengambil langkah nyata untuk mendorong pembangunan bermutu tinggi, memperdalam reformasi dan kebijakan pintu terbuka secara menyeluruh, memeratakan kesejahteraan, serta menulis babak baru dalam kisah "keajaiban Tiongkok".

Babak Baru dalam Kisah Keajaiban Tiongkok

Tahun 2025 diliputi ketidakpastian. Di tengah situasi tersebut, Tiongkok mengedepankan dialog dan kerja sama internasional yang saling menguntungkan, berperan sebagai jangkar stabilitas bagi dunia, serta menunjukkan langkah yang mantap di panggung global.

Pada 2025, Tiongkok turut membuat pencapaian penting dalam tata kelola global, ditandai dengan Global Governance Initiative (GGI) yang digagas Xi. Dengan sistem tata kelola global yang lebih adil dan setara, GGI cepat meraih dukungan lebih dari 140 negara dan organisasi internasional sehingga menjadi salah satu pencapaian dalam diplomasi Tiongkok pada 2025.

Diplomasi Tiongkok juga membuahkan hasil ketika para pemimpin dan perwakilan dari lima benua berkumpul di Beijing untuk memperingati 80 tahun kemenangan Perang Perlawanan Rakyat Tiongkok Melawan Agresi Jepang dan Perang Dunia Antifasisme. Hal tersebut menjadi pengakuan atas kontribusi Tiongkok dalam kemenangan Perang Dunia II serta komitmen negara ini dalam menjaga tatanan internasional pascaperang.

Selain itu, Tiongkok memainkan peran yang lebih proaktif dalam tata kelola global dengan mengumumkan Kontribusi yang Ditetapkan Secara Nasional (NDC) 2035 untuk aksi iklim, melepaskan perlakuan dan hak khusus, baik yang telah dimiliki maupun dalam masa depan, dalam negosiasi Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), serta membentuk Organisasi Internasional untuk Mediasi di Daerah Administratif Khusus Hong Kong.

Tiongkok siap bekerja sama dengan semua negara untuk memajukan perdamaian dan pembangunan dunia, menurut Xi.

Informasi selengkapnya:
https://news.cgtn.com/news/2026-01-02/Extraordinary-Navigation-How-China-strides-forward-with-confidence-1JBRwC4YLPa/p.html

Berita Terkait

Stevie® Awards Mengumumkan Pemenang International Business Awards® 2026 dari 78 Negara dan Wilayah
Acwa menandatangani perjanjian pengembangan bersama dengan PT GARAM untuk proyek integrasi desalinasi air laut dan garam industri dengan skala utilitas yang pertama di Indonesia
“Dear You” Tayang di Thailand dan Indonesia, Tuai Sambutan Hangat Penonton
Menghubungkan Teknologi Sensor Industri dengan Sistem Otonom: SUPCON Tampilkan Teknologi AI dan AOP Industri di OGA 2026 dan Gastech 2026
Dreame X60 Ultra Extreme Hadir di Singapura pada 1 September 2026
Toshiba Tampilkan Keahlian Panas Bumi dan Solusi Digital yang Telah Teruji di Ajang 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026
PROPAMI Cup VII 2026 Dimanfaatkan untuk Perkuat Jejaring Antarinsan Pasar Modal
Jumlah Pendaftar Ujian Cambridge International AS & A Level Meningkat di Asia Tenggara, Semakin Banyak Siswa Memilih Kualifikasi yang Fleksibel dan Berbasis Keterampilan

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Stevie® Awards Mengumumkan Pemenang International Business Awards® 2026 dari 78 Negara dan Wilayah

Rabu, 12 Agustus 2026 - 10:59 WIB

Acwa menandatangani perjanjian pengembangan bersama dengan PT GARAM untuk proyek integrasi desalinasi air laut dan garam industri dengan skala utilitas yang pertama di Indonesia

Rabu, 12 Agustus 2026 - 09:38 WIB

“Dear You” Tayang di Thailand dan Indonesia, Tuai Sambutan Hangat Penonton

Rabu, 12 Agustus 2026 - 05:40 WIB

Menghubungkan Teknologi Sensor Industri dengan Sistem Otonom: SUPCON Tampilkan Teknologi AI dan AOP Industri di OGA 2026 dan Gastech 2026

Rabu, 12 Agustus 2026 - 03:28 WIB

Dreame X60 Ultra Extreme Hadir di Singapura pada 1 September 2026

Berita Terbaru