Dampak Tarif Impor Resiprokal Trump Terhadap Ekonomi Dunia dan Indonesia, Arti Tarif Impor Resiprokal

- Jurnalis

Sabtu, 5 April 2025 - 07:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump. (Facebook.com @Donald J. Trump)

Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump. (Facebook.com @Donald J. Trump)

Oleh: Anthony BudiawanManaging Director PEPS (Political Economy and Policy Studies)

JAKARTA – Dunia terguncang. Tiga April 2025, bursa saham global membara. Indeks Dow Jones turun 3,98 persen, S&P 500 turun 4,84 persen, Nasdaq turun 5,97 persen.

Di Eropa, indeks DAX Jerman turun 3,01 persen, FTSE 100 Inggris turun 1,55 persen, CAC 40 Perancis turun 3,31 persen, dan AEX Belanda turun 2,67 persen.

Sebelumnya, indeks Nikkei 225 Tokyo anjlok 2,77 persen, Hang Seng Hong Kong minus 1,52 persen, Kospi Korea Selatan minus 0,76 persen.

Hari ini, bursa saham global masih lanjut merah.

Episentrum guncangan disebabkan oleh kebijakan Presiden Donald Trump yang resmi memberlakukan tarif impor tambahan, yang disebut tarif resiprokal, kepada hampir semua negara di dunia.

Trump berpendapat, perdagangan dunia selama ini tidak adil dan merugikan Amerika Serikat.

Tarif impor AS relatif jauh lebih rendah dibandingkan tarif impor negara partner dagang lainnya, seperti China, dan juga Indonesia.

Akibatnya, neraca perdagangan AS mengalami defisit dengan hampir seluruh negara mitra dagang.

Defisit neraca perdagangan AS tahun 2022, 2023 dan 2024 masing-masing mencapai 951,2 miliar (2022), 773,4 miliar (2023), dan naik lagi menjadi 918,4 miliar dolar AS pada 2024.

Oleh karena itu, Trump memberlakukan tarif impor resiprokal untuk mengurangi defisit neraca perdagangan AS.

Dengan menyetarakan tarif impor AS dengan tarif impor negara mitra dagang lainnya.

Trump mengenakan tarif impor dasar 10 persen kepada semua negara, ditambah tarif impor resiprokal.

Besarnya bervariasi untuk setiap negara mitra dagang, tergantung dari berapa selisih tarif impor kedua negara saat ini.

Dengan juga memperhatikan apakah ada hambatan non-tarif terhadap produk AS.

Target Trump adalah negara yang masuk daftar ‘Dirty 15’, yaitu 15 negara yang menyumbang defisit terbesar kepada neraca perdagangan AS. Indonesia masuk dalam daftar ‘Dirty 15’.

Indonesia dikenakan tarif resiprokal 32 persen, di atas tarif dasar 10 persen.

Negara yang dikenakan tarif resiprokal, termasuk Indonesia, hanya mempunyai dua pilihan.

Turunkan tarif impor terhadap semua produk AS, atau menerima kenaikan tarif resiprokal dengan lapang dada.

Atau, pilihan ketiga. Kalau Indonesia merasa tarif resiprokal Trump tidak benar, atau ngawur, Indonesia bisa membalas dengan menaikkan tarif impor tambahan, alias tarif resiprokal.

Terhadap semua produk AS, yang nantinya pasti akan dibalas lagi oleh Trump?

Yang jelas, sejauh ini India tidak berani. Vietnam juga tidak berani. Mereka memilih kompromi dan negosiasi.

Yang jelas, dampak tarif resiprokal Trump sudah membuat ekonomi dunia terguncang, pasar saham global anjlok.

Bagaimana dampaknya terhadap ekonomi Indonesia ….. bersambung ke Bagian Dua .***

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Arahnews.com dan Haloagro.com 

Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Sentranews.com dan Indonesiaraya.co.id

Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Hellojateng.com dan Hariankarawang.com

Sedangkan untuk publikasi press release serentak di puluhan media lainnya, klik Persrilis.com atau Rilispers.com (150an media).

Sapulangit Media Center (SMC) juga melayani kebutuhan untuk bulk order publications (ribuan link publikasi press release) untuk manajemen reputasi atau kepentingan lainnya.

Untuk informasi, dapat menghubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 08557777888, 087815557788

Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.

Berita Terkait

PR Newswire – PSPI Perluas Sebaran Informasi Korporasi melalui Jaringan 175 Media Online Lokal
Mengapa OKX Jadi Pilihan Tepat untuk Pemula di Dunia Crypto
BRI Apresiasi Kepercayaan Pemerintah dalam Penempatan Dana Rp55 Triliun, Fokus Salurkan Kredit UMKM dan Program Prioritas Pemerintah
Akses Data Dukcapil, Terobosan BRI Percepat Layanan dan Kredit Mikro
BRI Gelar News Fest 2025, Wadah Jurnalis Ciptakan Karya Berdampak
BRI Dorong Literasi Finansial Generasi Muda Melalui Inovasi Digital
Tenaga Kerja RI: 36,5% Lulusan SD, Hanya 12% Sarjana, Siapkah Bersaing?
BRI Perkuat Koperasi Desa Merah Putih, Dorong Akses Pembiayaan Profesional

Berita Terkait

Selasa, 18 November 2025 - 14:32 WIB

PR Newswire – PSPI Perluas Sebaran Informasi Korporasi melalui Jaringan 175 Media Online Lokal

Jumat, 7 November 2025 - 20:35 WIB

Mengapa OKX Jadi Pilihan Tepat untuk Pemula di Dunia Crypto

Kamis, 18 September 2025 - 22:00 WIB

BRI Apresiasi Kepercayaan Pemerintah dalam Penempatan Dana Rp55 Triliun, Fokus Salurkan Kredit UMKM dan Program Prioritas Pemerintah

Senin, 15 September 2025 - 18:44 WIB

Akses Data Dukcapil, Terobosan BRI Percepat Layanan dan Kredit Mikro

Minggu, 14 September 2025 - 18:59 WIB

BRI Gelar News Fest 2025, Wadah Jurnalis Ciptakan Karya Berdampak

Berita Terbaru