Memesan Tes Laboratorium ESR dan CRP Sekaligus Dapat Menghemat Jutaan Dolar Setiap Tahun Bagi Rumah Sakit — Penelitian Baru Ini Menentang Anggapan Bahwa Keduanya Dapat Saling Menggantikan

- Jurnalis

Selasa, 24 Maret 2026 - 19:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

logo

logo

Menurut analisis ekonomi yang ditinjau rekan sejawat, strategi tes gabungan ESR + CRP mengurangi kesalahan diagnosis dan menghasilkan penghematan biaya bersih dibandingkan CRP saja

SMITHFIELD, R.I., 25 Maret 2026 /PRNewswire/ —

ESR and CRP are complementary
ESR and CRP are complementary

Pertanyaan Senilai $9,95 Juta: Apakah ESR Perlu Dipertahankan?

Sebuah penelitian baru yang disponsori oleh ALCOR Scientific dan ditinjau rekan sejawat yang diterbitkan di ClinicoEconomics and Outcomes Research menyajikan alasan ekonomi yang kuat untuk mempertahankan tes Laju Sedimentasi Eritrosit (ESR) bersama Protein C-Reaktif (CRP) untuk menangani pasien yang mengalami inflamasi – dan secara langsung menentang seruan meniadakan ESR dengan alasan menghemat biaya. 

Menurut penelitian ini, menggabungkan ESR dan CRP mengurangi kesalahan diagnosis dan menghasilkan penghematan biaya bersih yang substansial dibandingkan CRP saja.

Untuk pusat medis akademik representatif dengan kapasitas 739 tempat tidur di Amerika Serikat, analisis ini memperkirakan penghematan biaya bersih tahunan sebesar $9,95 juta karena mengurangi biaya tindak lanjut akibat kesalahan diagnosis – terutama karena mencegah pemeriksaan yang tidak perlu akibat hasil positif palsu terkait CRP.

Tes ESR Berbeda Dengan CRP

Para pengkritik tes gabungan ini berpendapat bahwa ESR dan CRP saling tumpang tindih. Penelitian tersebut menentang asumsi ini secara langsung.

"Kinetika CRP dan ESR pada dasarnya berbeda," kata para penulis. CRP meningkat dengan cepat dalam beberapa jam setelah inflamasi akut dan berangsur normal dalam beberapa hari. Sebaliknya, ESR meningkat lebih lambat selama 24-48 jam dan tetap tinggi lebih lama, sehingga sangat penting untuk mendeteksi kondisi inflamasi kronis dan sub akut seperti polimialgia reumatika, arteritis sel raksasa, lupus, dan keganasan tertentu.

Karena berbedaan biologis, berarti kedua tes ini memberikan informasi klinis yang saling melengkapi, bukan tumpang tindih. Ketika diinterpretasikan dengan benar, menggunakan kedua tes ini akan meningkatkan keakuratan diagnostik dengan cara yang tidak dapat ditiru oleh satu tes saja.

Mengapa Penelitian Ini Penting

Temuan ini diperoleh di saat yang sangat penting dalam perawatan berbasis nilai. Inisiatif sebelumnya, "Memilih dengan Bijak", menekan rumah sakit untuk mengurangi tes laboratorium yang "tumpang tindih", dan ESR sering dijadikan sasaran. Inisiatif ini dimulai ketika tes ESR masih bersifat manual – belum sepenuhnya otomatis seperti sekarang – dan ketika bukti mengenai dampak finansial terhadap sistem kesehatan masih minim.

Biaya pemeriksaan ESR otomatis di AS hanya ditanggung sebesar $2,70 per tes – lebih murah dari harga secangkir kopi – dan tes yang sepenuhnya otomatis tidak lagi membebani laboratorium klinis dengan waktu kerja manual. Investasi tambahan yang dibutuhkan sangat minimal jika dites bersama CRP. Keuntungan yang diperoleh jauh lebih besar, yakni pencegahan kesalahan diagnosis dan biaya tindak lanjut yang ditimbulkannya. Biaya tes laboratorium biasanya jauh lebih murah dibanding penggantian biaya, sehingga semakin memperkuat penghematan biaya ESR.

"Alat analisis ESR modern sangat cepat, otomatis, dan tidak mahal," kata para penulis. "Alasan sebelumnya bahwa ESR membebani sumber daya laboratorium sudah tidak berlaku. Pertanyaannya, apakah nilai diagnostiknya sesuai dengan biayanya. Untuk strategi ESR + CRP, tentu saja jawabannya ‘ya’."

Desain dan Ruang Lingkup Penelitian

Penelitian ini menggunakan model ekonomi pohon keputusan yang mensimulasikan kelompok berisi 100 pasien dan dievaluasi menurut perspektif pembayar sistem perawatan kesehatan di AS. Delapan penyakit dianalisis: artritis reumatoid, penyakit radang usus, infeksi sendi periprostetik, arteritis sel raksasa, pankreatitis, infeksi, gangguan autoimun, dan kanker.

Data sensitivitas dan spesifisitas diambil dari literatur klinis yang dipublikasikan. Biayanya berasal dari tarif penggantian biaya oleh Centers for Medicare & Medicaid Services (ESR: $2,70; CRP: $5,18). Biaya tindak lanjut untuk kesalahan diagnosis berasal dari pedoman klinis AS dan divalidasi oleh dokter.

Hasilnya tetap kuat di seluruh analisis skenario dengan berbagai biaya tes, biaya tindak lanjut, dan parameter keakuratan diagnostik.

Poin penting

Ternyata mengurangi tes ESR untuk menghemat uang mengakibatkan hal sebaliknya. Menggunakan ESR dan CRP secara bersamaan akan mengurangi kesalahan diagnosis dan menghemat biaya tindak lanjut. ESR cepat, otomatis, dan murah. Alasan untuk meniadakannya tidak dapat diterima ketika biaya terhadap keseluruhan sistem kesehatan dievaluasi.

Jika tes ESR dan CRP secara bersamaan – yakni dua penanda inflamasi yang sepenuhnya otomatis dan murah – membantu mengurangi kesalahan diagnosis, mengapa tetap mendesak mengurangi tes ESR? Dampak nyata dari tes ESR dan CRP secara bersamaan bergantung pada institusi, penyakit, populasi pasien, prevalensi penyakit, dan sebagainya. Namun sangat masuk akal bila mempertahankan tes yang telah teruji waktu, bernilai klinis, dan pembayar hanya perlu mengeluarkan $2,70 untuk membantu mencegah tes lanjutan yang tidak perlu.

Tentang Penelitian Ini

Kutipan: Yarnoff B, Morris W, Zivaripiran H, McCutcheon M, Koshy T. "Economic Evaluation of Combined Testing Strategies Using Erythrocyte Sedimentation Rate and C-Reactive Protein Tests." ClinicoEconomics and Outcomes Research. 2026;18:578961. DOI: 10.2147/CEOR.S578961

Pendanaan: Penelitian ini disponsori oleh ALCOR Scientific LLC.

Kontak Media
Lexa Sullivan, ALCOR Scientific
Email: lsullivan@alcorscientific.com
Penelitian lengkap tersedia secara terbuka di https://doi.org/10.2147/CEOR.S578961

Foto – https://mma.prnasia.com/media2/2936605/ESR_and_CRP_complementary.jpg?p=medium600
Logo – https://mma.prnasia.com/media2/2936604/ALCOR_Scientific_Logo.jpg?p=medium600

 

Berita Terkait

Stevie® Awards Mengumumkan Pemenang International Business Awards® 2026 dari 78 Negara dan Wilayah
Acwa menandatangani perjanjian pengembangan bersama dengan PT GARAM untuk proyek integrasi desalinasi air laut dan garam industri dengan skala utilitas yang pertama di Indonesia
“Dear You” Tayang di Thailand dan Indonesia, Tuai Sambutan Hangat Penonton
Menghubungkan Teknologi Sensor Industri dengan Sistem Otonom: SUPCON Tampilkan Teknologi AI dan AOP Industri di OGA 2026 dan Gastech 2026
Dreame X60 Ultra Extreme Hadir di Singapura pada 1 September 2026
Toshiba Tampilkan Keahlian Panas Bumi dan Solusi Digital yang Telah Teruji di Ajang 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026
PROPAMI Cup VII 2026 Dimanfaatkan untuk Perkuat Jejaring Antarinsan Pasar Modal
Jumlah Pendaftar Ujian Cambridge International AS & A Level Meningkat di Asia Tenggara, Semakin Banyak Siswa Memilih Kualifikasi yang Fleksibel dan Berbasis Keterampilan

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Stevie® Awards Mengumumkan Pemenang International Business Awards® 2026 dari 78 Negara dan Wilayah

Rabu, 12 Agustus 2026 - 10:59 WIB

Acwa menandatangani perjanjian pengembangan bersama dengan PT GARAM untuk proyek integrasi desalinasi air laut dan garam industri dengan skala utilitas yang pertama di Indonesia

Rabu, 12 Agustus 2026 - 09:38 WIB

“Dear You” Tayang di Thailand dan Indonesia, Tuai Sambutan Hangat Penonton

Rabu, 12 Agustus 2026 - 05:40 WIB

Menghubungkan Teknologi Sensor Industri dengan Sistem Otonom: SUPCON Tampilkan Teknologi AI dan AOP Industri di OGA 2026 dan Gastech 2026

Rabu, 12 Agustus 2026 - 03:28 WIB

Dreame X60 Ultra Extreme Hadir di Singapura pada 1 September 2026

Berita Terbaru