Xinhua Silk Road: Serial Animasi AI Populer Angkat Warisan Maritim Guangxi dan Hidupkan Karya Sastra Lokal

- Jurnalis

Minggu, 11 Oktober 2026 - 05:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BEIJING, 11 Oktober 2026 /PRNewswire/ — Serial animasi berbasis kecerdasan buatan (AI) "Cang Hai Gui Xu" sukses menarik perhatian penonton dengan mengangkat warisan peradaban maritim berusia ribuan tahun di Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, Tiongkok selatan. Serial ini tayang perdana pada 6 Agustus lalu di platform drama pendek Hongguo dan media sosial Douyin yang sama-sama berada di bawah naungan Douyin Group.


Diadaptasi dari karya sastra lokal, serial ini terdiri atas 30 episode dengan durasi masing-masing sekitar dua menit. Ceritanya memadukan tema kelautan dan fantasi, serta membawa penonton menjelajahi dunia yang menggabungkan keduanya.

Serial tersebut telah ditonton lebih dari 5,4 juta kali di Douyin sehingga berada di peringkat kelima dalam daftar drama pendek terpopuler di platform tersebut untuk kategori duet pria. Pemberitaan terkait serial ini di sejumlah media besar Tiongkok juga terus melesat, mencatat lebih dari 1,4 juta penayangan.

Sutradara Fu Weifeng mengatakan, tim produksi menjadikan lanskap asli Guangxi sebagai dasar pengembangan serial tersebut. Dengan bantuan AI, tim mengolah lokasi dan materi visual dari dunia nyata menjadi sajian artistik yang memadukan isu kelautan dengan kisah fantasi.

Untuk mendukung proses produksi dengan bantuan AI, tim juga membangun basis data khusus berisi unsur-unsur budaya Guangxi. Lebih dari 50 objek warisan budaya takbenda dan landmark setempat diubah menjadi label terperinci yang dapat dikenali sistem AI. Langkah ini turut mengintegrasikan kekayaan budaya Guangxi secara alami ke dalam alur cerita.

Tak hanya mengangkat budaya dan ekologi, serial ini juga menawarkan pendekatan baru dalam mengangkat karya sastra lokal ke layar kaca.

Menurut Zeng Pan, Wakil Pemimpin Redaksi Southern Cultural Forum, penggunaan teknologi AI dalam adaptasi karya sastra ke layar kaca menghadirkan inspirasi dan perspektif baru bagi sastra kontemporer.

Ia menjelaskan, animasi berbasis AI dapat mengatasi sejumlah kendala dalam mengadaptasi karya sastra lokal, antara lain dengan menekan biaya dan meningkatkan efisiensi produksi. Pendekatan tersebut menjadi contoh potensial untuk mengadaptasi karya penulis Guangxi ke berbagai format media secara lebih hemat biaya, efisien, dan berkualitas tinggi.

Wan Xingwei, General Manager, Guangxi Film Group, mengatakan, perusahaannya akan membangun mekanisme kerja sama berkelanjutan dengan Asosiasi Penulis Guangxi. Kerja sama ini bertujuan menghubungkan karya sastra dengan produksi film dan televisi berbantuan AI di seluruh rantai industri.

Wan mengatakan, inisiatif tersebut diarahkan untuk membangun ekosistem industri terpadu yang mencakup pengembangan karya sastra, produksi konten berbasis AI, hingga komersialisasi di pasar internasional.

Serial ini merupakan hasil kerja sama produksi sejumlah organisasi, termasuk Pusat Media Terpadu Distrik Qingxiu dan Guangxi Film Group. Tim produksi juga berupaya membawa serial tersebut ke pasar ASEAN melalui Pusat Inovasi Kolaboratif Kecerdasan Buatan Tiongkok–ASEAN.

Tautan artikel: https://en.imsilkroad.com/p/352472.html

Berita Terkait

Envision Terapkan SAFc untuk Pertama Kalinya di Luar Negeri dalam Ajang Global Citizen NOW, Dukung Penurunan Emisi CO₂ Setara 10 Ton
Tin Men Capital Pimpin Pendanaan Seri A US$7,4 Juta untuk Usaha Rintisan Ailytics yang Bergerak di Bidang “Vision AI”, Bidik Ekspansi ke Asia Pasifik, AS, dan Kawasan Teluk
Yeastar Umumkan Pemenang Yeahs Awards 2026, Apresiasi Inovasi AI dan Kesuksesan Mitra
Casio Luncurkan Jam Tangan Mekanis Berbobot Ringan dengan Tampilan Waktu yang Mudah Dibaca
Penerjemah dan Insan Media dari Tiongkok dan Berbagai Negara Bahas Penggerak Baru Pembangunan Yantai
Jiahui Buka Pusat Terapi Sel Internasional, Perluas Akses Pengobatan CAR-T secara Global
Envision Energy Hadirkan Sistem Energi Baru Berbasis AI untuk Industri Tambang dan Pengolahan Logam
Pijar Foundation dan The Rockefeller Foundation Meluncurkan Asia Leaders’ Circle bagi Generasi Pemimpin Masa Depan di Asia Tenggara

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 00:23 WIB

Envision Terapkan SAFc untuk Pertama Kalinya di Luar Negeri dalam Ajang Global Citizen NOW, Dukung Penurunan Emisi CO₂ Setara 10 Ton

Kamis, 29 Oktober 2026 - 07:57 WIB

Tin Men Capital Pimpin Pendanaan Seri A US$7,4 Juta untuk Usaha Rintisan Ailytics yang Bergerak di Bidang “Vision AI”, Bidik Ekspansi ke Asia Pasifik, AS, dan Kawasan Teluk

Kamis, 29 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Yeastar Umumkan Pemenang Yeahs Awards 2026, Apresiasi Inovasi AI dan Kesuksesan Mitra

Kamis, 29 Oktober 2026 - 01:00 WIB

Casio Luncurkan Jam Tangan Mekanis Berbobot Ringan dengan Tampilan Waktu yang Mudah Dibaca

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:04 WIB

Penerjemah dan Insan Media dari Tiongkok dan Berbagai Negara Bahas Penggerak Baru Pembangunan Yantai

Berita Terbaru